Thursday October 19 , 2017
Text Size
   

Perkebunan

Di sektor perkebunan, komoditas utama yang dihasilkan oleh Kabupataen Kepulauan Selayar berupa Kelapa Dalam, Jambu Mente, Kemiri, Pala, dan Kenari, Cengkeh. Untuk komoditas kelapa dalam, potensinya tersebar hampir di seluruh kecamatan dengan luas areal mencapai 19.952 Hektar dan produksi kelapa sebesar 27.096,95 ton. Peluang investasi yang

prospektif untuk dikembangkan meliputi pembangunan unit pengolahan kelapa terpadu, pengembangan komoditas kelapa dalam dan perluasan areal tanaman.

Komoditas sektor perkebunan lainnya yang juga cukup prospektif untuk dikembangkan adalah jambu mete. Total areal penanaman jambu mete di Kabupaten Kepulauan Selayar seluas 3.609,50 Ha dengan produksi sebesar 1.434,21 ton. Komoditas ini juga dikembangkan hampir di seluruh kecamatan. Seperti halnya komoditas kelapa dalam, peluang investasi yang tersedia meliputi pembangunan unit pengolahan terpadu komoditas jambu mete, pengembangan komoditas, dan perluasan areal tanam.

Komoditas kemiri banyak diusahakan di Kecamatan Bontomatene, Bontomanai, Bontoharu, dan Bontosikuyu pada areal seluas 2.016 Ha dengan produksi sebesar 2.830,37 ton. Potensi investasi yang tersedia meliputi pembangunan unit pengolahan terpadu komoditas kemiri, pengembangan komoditas, serta perluasan areal tanaman.

Komoditas Cengkeh banyak diusahakan di Kecamatan Bontomatene, Bontomanai, Buki Bontoharu dan Bontosikuyu dengan areal seluas 1.006.00 Ha dengan produksi sebesar 509,89 ton. Potensi investasi yang tersedia meliputi pengembangan komoditas serta perluasan areal tanam.

Pala dan kenari juga menjadi komoditas penting di sektor perkebunan. Kedua komoditas ini banyak diusahakan oleh masyarakat di Kabupaten Kepulauan Selayar. Untuk pala komoditas banyak diusahakan di Kecamatan bonomatene, Bontomanai, Bontoharu, dan Bontosikuyu pada area 992 Ha dan produksi sebesar 743,6 ton. Sedangkan untuk komoditas Kenari banyak diusahakan di Kecamatan Bontomatene, Bontomanai, dan Bontosikuyu pada lahan seluas 22 Ha dan dengan produksi sebesar 234,05 ton.