Tuesday December 12 , 2017
Text Size
   

sipatuo  vt2

Profil Kabupaten Kepulauan Selayar

KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR


 Kabupaten Kepulauan Selayar secara geografis, terletak pada posisi antara 5o42

Wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar terdiri dari 130 buah gugus pulau besar dan kecil dengan luas keseluruhan wilayahnya mencapai 10.503,69 Km2 yang terdiri dari daratan (1.357,03 Km2 atau 12,92%), dan lautan (9.146,66 Km2 atau 87,08%. Secara Administratif, Kabupaten Kepulauan Selayar terbagi dalam 11 kecamatan, 5 diantaranya berada di Kepulauan dan 6 kecamatan lainnya berada di daratan Pulau Selayar.

Secara topografis, fisiografi Kabupaten Kepulauan Selayar bervariasi, terbagi menjadi 3 satuan morfologi, yaitu berupa satuan morfologi daratan alluvial pantai, satuan morfologi perbukitan dan bergelombang, dan satuan morfologi perbukitan dengan lereng terjal. Satuan morfologi daratan alluvial pantai menempati daratan sempit di wilayah pantai Pulau Selayar yang terbentuk oleh endapan pasir, pantai lempungan, kerikil yang bersifat lepas, dan lapisan tipis batu gamping koral. Sedangkan satuan morfologi perbukitan bergelombang dan satuan morfologi perbukitan dengan lereng terjal dengan ketinggian 356 -657 meter dpl diantara puncak Gunung Bontoharu (435 m), Gunung Bontosikuyu (607 m). Satuan morfologi ini ditempati oleh endapan hasil gunung api berupa breksi, lava, konglomerat, tufa dengan selingan batuan sediment laut.

 

POTENSI DAN PELUANG INVESTASI

Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura

Kabupaten Kepulauan Selayar memiliki potensi yang cukup besar di sektor pertanian tanaman pangan dan hortikultura antara lain untuk komoditas Jeruk Keprok, Pisang, Melinjo dan Jagung.

Komoditas Jeruk Keprok banyak diusahakan di Kecamatan Bontomatene (860 Ha, produksi 11.234, 62 ton), Kecamatan Bontomenai (750 Ha, produksi 5.250,50 ton), dan Kecamatan Bontosikuyu (1.034 Ha, produksi 3.381, 80 ton). Adapun peluang investasi yang tersedia adalah perluasan lahan budidaya.

Komoditas pisang banyak diusahakan oleh masyarakat di kecamatan Bontomantene (460 Ha, produksi 24,25 ton), Kecamatan Bontomanai (225 Ha, Produksi 22,98 ton), Kecamatan Bontoharu (240 Ha, Produksi 15,99 ton), Kecamatan Bontosikuyu (196 ha, produksi 25,91 ton), Kecamatan Pasilambena (172 Ha, produksi 21,16 ton). Peluang investasi yang ditawarkan adalah perluasan areal budidaya.

Untuk komoditas melinjo, kecamatan penghasil utama meliputi Kecamatan Bontomatene (30 Ha, produksi 4,65 ton), Kecamatan Bontomanai (510 Ha, produksi 562,57 ton), Kecamatan Bontoharu (100 Ha, produksi 109,86 ton), dan Kecamatan Bontosikuyu (100 Ha, produksi 7,59 ton.). Peluang pengembangan komoditas ini meliputi perluasan lahan budidaya.

Total lahan komoditas jagung seluas 6712,47 Hektar dengan produksi 1761 ton. Daerah pengembangan meliputi kecamatan Bontomatene, Bontomanai, Bontoharu, Bontosikuyu, Pasimasunggu, Pasimasunggu Timur, Pasimarannu, Pasilambena, dan Takabonerate. Peluang investasi yang tersedia meliputi perluasan lahan budidaya tanaman jagung.

 

Perkebunan

Di sektor perkebunan, komoditas utama yang dihasilkan oleh Kabupataen Kepulauan Selayar berupa Kelapa Dalam, Jambu Mente, Kemiri, Pala, dan Kenari, Cengkeh

Potensi komodits kelapa dalam tersebar hampir di seluruh kecamatan dengan luas areal 19.753 Hektar dan produksi kelapa sebesar 29.440,95 ton. Peluang investasi yang prospektif meliputi pembangunan unit pengolahan kelapa terpadu, pengembangan komoditas kelapa dalam dan perluasan areal tanaman.

Komoditas lainnya yang juga cukup prospektif adalah jambu mete. Total areal penanaman jambu mete seluas 3.609,50 Ha dengan produksi sebesar 1.434,21 ton. Seperti halnya kelapa dalam, peluang investasi yang tersedia meliputi pembangunan unit pengolahan terpadu komoditas jambu mete, pengembangan komoditas, dan perluasan areal tanam.

Komoditas kemiri banyak diusahakan di Kecamatan Bontomatene, Bontomanai, Bontoharu, dan Bontosikuyu pada areal seluas 2.040 Ha dengan produksi sebesar 2.893,37 ton. Potensi investasi yang tersedia meliputi pembangunan unit pengolahan terpadu komoditas kemiri, pengembangan komoditas, serta perluasan areal tanaman.

Komoditas Cengkeh banyak diusahakan di Kecamatan Bontomatene, Bontomanai, Buki Bontoharu dan Bontosikuyu dengan areal seluas 1.006.00 Ha dengan produksi sebesar 509,89 ton. Potensi investasi yang tersedia meliputi pengembangan komoditas serta perluasan areal tanam.

Komoditas pala banyak diusahakan di Kecamatan bonomatene, Bontomanai, Bontoharu, dan Bontosikuyu pada area 992 Ha dengan produksi 743,6 ton. Sedangkan untuk komoditas Kenari banyak diusahakan di Kecamatan Bontomatene, Bontomanai, dan Bontosikuyu pada lahan seluas 22 Ha dan dengan produksi sebesar 234,05 ton.

 

Peternakan

Komoditas ternak yang banyak diusahakan oleh masyarakat di hampir semua kecamatan di Kabupaten Kepulauan Selayar adalah sapi (6.937 ekor), kuda (3.822 ekor), kerbau (2.281 ekor), dan kambing (74.309 ekor). Peluang investasi yang ditawarkan kepada investor adalah pengembangan ternak dengan pola kemitraan serta pembangunan industri pengolahan daging.

 

Perikanan dan Kelautan

Dengan wilayah laut seluas 87% dari total wilayahnya, Kepulauan Selayar memiliki potensi yang cukup besar di sektor kelautan dan perikanan. Komoditas andalan di sektor ini meliputi: tuna dengan produsi 408,5 ton. Tuna hanya terdapat di Kecamatan Pasilambena. Komoditas lainnya meliputi Ikan Kerapu Sunu (673.2 ton), Ikan Cakalang (180 ton), Ikan Tongkal ( 62,1 ton), Ikan Layang (177,5 ton), dan Ikan Terbang (92,9 ton). Potensinya terdapat disemua Kecamatan Kabupaten Kepulauan Selayar dengan peluang yang prospektif untuk dikembangkan adalah pengadaan Sarana dan Prasarana, Kemitraan, dan Industri Pengolahan.

Rumput laut banyak diusahakan di Kecamatan Bontomatene, Bontosikuyu, Pasimasunggu, Pasimarannu, Takabonerate dan Pasilambena dengan luas areal 8,746 Ha dan produksi 504,81 ton. Peluang Investasi yang ditawarkan adalah Industri pengolahan, Budidaya perikanan, Teknologi Budidaya, Penyediaan bibit dan Penyedian sarana dan prasarana.

Bandeng dan Udang banyak diusahakan masyarakat di Kecamatan Benteng, Bontomanai, Bontoharu, Bontosikuyu, Pasimasunggu, Pasimasunggu Timur dan Buki. Luas areal yang tersedia adalah 685 Ha dengan prokdusi bandeng 86,9 ton dan Udang 42,81 ton. Peluang Investasi yang ditawarkan adalah Teknologi Budidaya, Penyediaan bibit, pakan dan pupuk serta penyediana sarana dan prasaran.

 

Energi dan Sumber Daya Mineral

Kabupaten Kepulauan Selayar memiliki potensi yang cukup besar di sektor pertambangan dan sumber daya mineral seperti dapat dilihat pada tabel berikut:

 

Potensi Sumber Daya Mineral Kabupaten Kepulauan Selayar

No.

Bahan Galian

Jumlah Cadangan/Status

Lokasi

1

Batu gamping

26,6 milyar ton/ Tereka

P. Kalau, P.Kalaotao, P. Madu, P. Bonerate, P.Karumpalompoa, P.Pasi, Batangmata, Gantarang, Tj.Sarung, Tj. Galampang, Timoro Utara, Timoro Selatan, Tj. Apatan

2.

 

Batu Gamping

 

3,080.000 ton/ Terindikasi

Desa Pariangan, Dusun Tulang, Desa Barugala, Dusun Tajula

3.

Fosfat

- Fosfat Guano

- Fosfat Pelet

 

9.000 ton/Tereka

223.641 ton/Tereka

 

Gua Tajulia, Gua Bahi, Gua Tile-tile

Pulau Karabia

4.

Kalsit

10,8 ton/tereka

Kompleks gua batu gamping Tile-Tile

5.

Lempung

7.475 000 ton/ Terindikasi

Dusun Panggillian, Padang, Kolo-kolo

6.

Granit

34.300.000.000 ton/ Tereka

Dusun Dolo, Bonto Bulaeng, P. Tanamalala, P. Bembe

7.

Trakit

1500.000.000 ton

P. Jampea

8.

Basalt

2.700.000 Ton / Tereka

Dusun Hulu Bonto Paradana, Kec. Bontosikuyu, P. Kayuadi

9.

Pasir Besi

75.790 Ton/ Tereka

P. Jampea, Desa Maminasa dan Desa Dolo

10.

Sirtu

280.500 Ton/Tereka

Beberapa sungai besar yang ada di Kab. Selayar

11.

Nepheline

Syenit

1.030.000 Ton / Tereka

Sekitar Dusun Labuan Mangatti, pulau Jambea

12.

 

Minyak & Gas

 

Belum Tereka

 

Perairan Laut sekitar Kabupaten Kepulauan Selayar. (Blok Selayar)

 

 

Perindustrian

Di sektor perindustrian, industri yang berkembang di Kabupaten Kepulauan Selayar diantaranya adalah Industri pengolahan kelapa teropadu, Industri pengupasan biji mete, dan pengolahan buah semu, industri pengolahan ikan terpadu, industri gula merah, Industri kerajinan bambu bintik/Loreng, industri pandai besi, dan industri galangan kapal rakyat dari jenis Lambo.

Industri tersebut memiliki prospek yang menjanjikan untuk dikembangkan mengingat ketersediaan bahan baku yang melimpah. Peluang investasi yang terbuka dan prospektif untuk dikembangkan antara lain pengembangan industri VCO dan minyak kelapa, industri karbon aktif, industri pengolahan batang kelapa, industri kopra, pengalengan ikan, kerupuk ikan dan baksi ikan serta pengembangan pemasaran untuk produk-produk produk industri.

 

Pariwisata

Keadaan alam yang unik berupa kepulauan dan perairan laut yang luas menjadikan Kabupaten Selayar memiliki potensi yang cukup besar bagi pengembangan pariwisata, terutama wisata bahari.

Diantara objek wisata terkenal di Kabupaten Kepulauan Selayar adalah Taman Nasional Taka Bonerate dengan total Luas Kawasan 530,765 Ha. Selain itu, terdapat juga objek seperti Pantai Pa

Category: Artikel

Top 10 Izin Terbit

baganalur

vt